Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan Navigasi Header

Jurmiyah | Part 27

 بـسـم الله الرحمن الرحيـم
Jurmiyah | Part 27
Jika berupa Kalam Naqish, maka tergantung Amilnya. Maksudnya apabila Kalamnya Naqish; karena tidak menyebutkan Mustasna Minhu, maka (hukumnya) Mustasna sesuai dengan Amil sebelumnya. Contoh

مَـا قَـامَ إلاّ زَيـدٌ
مَـا adalah huruf yang menafikan
قَـامَ adalah Fi'il yang menuntut adanya Fail
إلاّ adalah perangkat Istisna' yang Mulgha [tidak memiliki fungsi] tidak memiliki pengamalan karena lafad sebelumnya [إلاّ] membutuhkan lafad setelahnya (إلاّ) [زَيـدٌ]
زَيـدٌ adalah Fail

مَـا ضَـرَبـتُ إلاّ زَيـدًا
زَيـدًا adalah Maf'ulnya ضَـرَبـتُ
إلاّ Mulgha tidak memiliki pengamalan

مَـا مَـرَرتُ إلاّ بِـزَيـدٍ
زَيـدٍ dijerkan oleh Ba'
إلاّ  Mulgha yang tidak bisa beramal
Jer [lafad yang mengejerkan{huruf Ba'}] dan Majrur [lafad yang dijerkan{زَيـدٍ}] berta'alluq [berhubungan] dengan lafad مَـرَرتُ


Mustasna dengan غـيـر سِـوى سُـوى سَـِـوَاء (hukumnya) dijerkan; bukan yang lain [bukan Rofa', Nashob, Jer ataupun Jazem]. Artinya Mustasna dengan keempat perangkat (diatas) ini harus dijerkan dengan cara mengidhofahkannya pada Mustasnanya.


Adapun keempat perangkat (diatas) hukumnya sama dengan Mustasna dengan إلاّ yang sudah lewat; seperti wajib Nashob serta (Kalamnya harus) Tam dan Muujab. Contoh

قَـامَ الـقَـومُ غَـيـرَ زَيـدٍ

(Namun) pendapat yang paling unggul (berpendapat) Itba' [Badal] serta berstatus Kalam Tam atau Manfi pada Kalam Muttashil [Mustana dengan Mustasna Minhu satu jenis]

مَـا قَـامَ الـقَـومُ غَـيـرُ زَيـدٍ

Dengan merofa'kan lafad غَـيـرُ sebagai Badal atau (dengan) menashobkannya [غَـيـرَ] sebagai Istisna'
Wajibnya Nashob pada Kalam Munqathi' [Mustasna dengan Mustasna Minhu tidak sejenis] menurut selain (madzhabnya) bani Tamim

مَـا قَـامَ الـقَـومُ غَـيـرَ حِـمَـارٍ

Contoh pemberlakuan sesuai dengan Amilnya pada Kalam Naqish [tidak menyebutkan Mustasna Minhu] adalah
مَـا قَـامَ غَـيـرُ زَيـدٍ

مَـا رَأيـتُ غَـيـرَ زَيـدٍ

مَـا مَـرَرتُ بِـغَـيـرِ زَيـدٍ

Begitu juga kesemua hukumnya سَـِـواء سُـوى سِـوى [Sama dengan غـيـر]
Mustasna dengan خلا عدا حاشا boleh dinashobkan atau dijerkan. Contoh

قَـامَ الـقَـومُ خَـلاَ زَيـدًا

Dengan menashobkan lafad زَيـدًا dengan memberlakukan lafad خَـلاَ sebagai Fi'il Madli
Failnya Mustatir [disimpan] kembali pada الـقـائـم yang bisa difahami lafad قَـامَ الـقَـومُ
زَيـدًا adalah Maf'ul Bih

قَـامَ الـقَـومُ خَـلاَ زَيـدٍ

Dengan I'rob Jer memberlakukan memberlakukan lafad خَـلاَ sebagai Huruf Jer

قَـامَ الـقَـومُ عَـدَا عَـمـرًا / عَـمـرٍى

قَـامَ الـقَـومُ حَـاشَا زَيـدًا / زَيـدٍ


Dengan I'rob Nashob atau Jer pada kedua contoh (diatas) sepertihalnya yang pertama

Intinya, Mustasna dengan ketiga kalimat (diatas) ini boleh beramal menashobkan dengan memperkirakannya sebaga kalimat Fi'il atau Jer dengan memperkirakannya sebagai kalimat huruf (Jer).

Wallahua'lam

Post a Comment for "Jurmiyah | Part 27"