Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan Navigasi Header

Jurmiyah | Part 30 (Khatam)

بـسـم الله الرحمن الرحـيـم 
Bab menjelaskan Isim isim yang dibaca jer
Bab menjelaskan Isim isim yang dibaca jer

Isim-isim yang dibaca Jer ada 3 :

- Dijerkan dengan huruf. Contoh

مَـرَرتُ بِـزَيـدٍ

- Dijerkan dengan Idhofah. Contoh

جَـاءَ غُـلاَمُ زَيـدٍ

- Ikut pada lafad yang dijerkan. Contoh

مَـرَرتُ بِـزَيـدٍ الـعَـالِـمِ

مَـرَرتُ بِـزَيـدٍ وَعَـمـرٍى

مَرَرتُ  بِـزَيـدٍ نَـفـسِـهِ

مَـررتُ بِـزَيـدٍ أَخِـيـكَ


Ungkapan Mushonif menyebabkan salah faham bahwa Tabi’ [lafad yang mengikuti] dijerkan oleh تـبـعـيّـة, yang benar adalah Tabi’ dijerkan oleh lafad yang mengejerkan Matbu’ kecuali Badal; (yang mana dijerkan) dengan mengulang-ulang Amil, sehingga yang namanya ‘pengejeran’ tidak mengecualikan ‘pengejeran oleh huruf’ ataupun ‘pengejeran oleh Mudlof’.
Adapun Isim yang dijerkan oleh Huruf adalah kalimat Isim yang dijerkan dengan;

مِـن Contoh
سِـرتُ مِـنَ الـبَـصـرَةِ إلَـى الـكُـوفَـةِ

إلَـى Contoh
سِـرتُ مِـنَ الـبَـصـرَةِ إلَـى الـكُـوفَـةِ

عَـنْ Contoh
رَمَـيـتُ الـسَّـهـمَ عَـنِ الـقَـوسِ

عَـلَـى Contoh
رَكِـبـتُ عَـلَـى الـفَـرَسِ

فِـي Contoh
الـمَـاءُ فِـي الـكُـوزِ

رُبَّ Contoh
رُبَّ رَجُـلٍ كَـرِيـمٍ لَـقِـيـتُـهُ

ب Contoh
مَـررتُ بِـزَيـدٍ

ك Contoh
زَيـدٌ كَالـبَـدرِ

ل Contoh
الـمَـالُ لِـزَيـدٍ

Huruf=huruf Qosam; yaitu و, ب, ت. Contohnya

واللهِ بِاللهِ تَاللهِ

مُـذْ  dan مُـنـذُ Contoh

مَـا رَأيـتُـهُ مُـذْ أو مُـنـذُ يَـومِ الـجُـمـعَـةِ

مَـا adalah huruf yang menafikan
رَأيـتُـهُ adalah (susunan) Fi’il, Fail dan Maf’ul
مُـذْ  dan مُـنـذُ adalah huruf Jer
يَـومِ dijerkan oleh مُـذْ  atau مُـنـذُ
الـجُـمـعَـةِ adalah Mudlof Ilaih


Adapun Isim yang dijerkan oleh Idlofah, maka seperti pada contoh

غُـلاَمُ زَيـدٍ
Jadi, umpamanya kalian baca;

جَـاءَ غُـلاَمُ زَيـدٍ
Maka (I’robnya);

جَـاءَ adalah Fi’il Madli
غُـلاَمُ adalah Fail
زَيـدٍ adalah Mudlof Ilaih dijerkan oleh Mudlof; yaitu lafad غُـلاَمُ

Ungkapan Mushonif memberikan kesalahfahaman bahwa ‘kalimat Isim dijerkan oleh Idlofah’. Ini adalah pendapat yang Dloif [lemah]. (Padahal) yang benar adalah dijerkan oleh Mudlof.

Adapun Isim yang dijerkan oleh Idlofah ada 2. Artinya Idlofah terbagi menjadi 2 macam :

(1) Sewaktu-waktu bermakna ل dan (2) sewaktu-waktu bermakna من. Kedua klasifikasi tersebut diuraikan pada ungkapan Mushonif (dibawah ini);

Idlofah dengan mengira-ngirakan ل. Contoh

غُـلاَمُ زَيـدٍ اي غُـلاَمُ لِـزَيـدٍ

Idlofah dengan mengira-ngirakan من. Contoh


ثَـوبٌ خَـزٍّ
بَـابُ سَـاجٍ
خَـاتَـمُ حَـدِيـدٍ
artinya
ثـوب من خـزّ
باب من ساج
خاتـم من حـديـد

Dan contoh-contoh semacamnya dari kedua pembagian (diatas). Definisi dari Idlofah yang bermakna من : Mudlof Ilaih merupakan bagian jenis dari Mudlofnya, sehingga Idlofah (tersebut) termasuk Bayanul Jinsi [penjelas suatu jenis].

Dan masih ada pembagian ketiga; Idlofah yang bermakna فِـي, yaitu Mudlof Ilaih merupakan Dzhorofnya Mudlof. Contoh

Dan masih ada pembagian ketiga; Idlofah yang bermakna

تَـرَبُّـصُ أَرْبَـعَـةِ أَشْـهُـرٍ اي تـربـص فـي أربـعـة أشـهر

Apabila Mudlof Ilaih bukan merupakan bagian jenis dari Mudlof dan bukan merupakan Dzhorofnya, maka bermakna ل sebagaimana yang telah dikatakan oleh Imam Ibnu Malik :

وَالـثَّـانَـيَ اجـرُرْ, وَانـوِ مِـنْ أَوْ فِـي إذَا * لَـمْ يَـصْـلُـحْ إلاَّ ذَاكَ, وَاللاَّمُ خُـذَا
لِـمِـا سِـوَى ذَيـنِـكَ


Penyusun Syarh ini – semoga Allah merahmatinya – berkata;

Ini adalah akhir dari Syarh [penjelas] yang telah Allah mudahkan [penyusunannya] (yang mana diambil) dari Matan Jurmiyah milik Shonhaji -semoga dirahamati Allah Ta’ala- dengan pena seorang yang Faqir, banyak dosa serta kesalahannya, pelayan [guru] para penuntut ilmu  di masjid Thoif dan Masjidil Haram yang mengharapkan ampunan dari tuhannya; yakni Ahmad bin Zaini Dahlan -semoga Allah mengampuninya, kedua orang tuanya, guru-gurunya dan seluruh orang-orang Muslim- Amin.

Saya [Mushonif] menulis [mengarang] Syarh tersebut dalam waktu yang tidak (terlalu) lama di masjidnya Sayyidina Abdullah bin Abbas Thoif -semoga Allah ridhoi keduanya-. 
Dan waktu selesainya Syarh (ini) adalah bulan Rabiul Awwal tahun 291 Hijriyah kenabian.

Dan saya [Mushonif] memohon kepada Allah Ta’ala semoga dengan Syarah ini bisa bermanfaat bagi seluruh penuntut ilmu tanpa rasa hasud. Dan (semoga Allah) menjadikan Syarah ini (disusun) murni karena Allah yang maha mulia dengan (perantara) kedudukan nabi, keluarga dan sahabat-sahabatnya yang mulia-mulia semua.

Punjuga, saya memohon kepada semua orang yang berusaha memahami / mempelajari Syarh ini atau mengambil manfaat dari Syarah ini untuk menutup [tidak mengumbar-umbar] kecacatan didalam Syarah dan mengingatkan [membenahi] kejanggalan didalamnya dengan jawaban yang jelas setelah melalui pertimbangan (panjang), karena kecil kemungkinan penyusun bersih dan selamat dari kesalahan.

Saya memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk memberikan kita petunjuk pada apa-apa yang dicintai dan diridloinya, dan membimbing kita menuju jalan keselamatan. Allah dzat pemegang petunjuk menunjukkan orang-orang yang dikehendakinya menuju jalan yang lurus, dan segala puji bagi Allah tuhan semesta alam. Dan semoga Allah memanjatkan Rahmat Ta’dzim dan banyak keselamatan pada tuan kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Amin

Wallahua’lam

Post a Comment for "Jurmiyah | Part 30 (Khatam)"