Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan Navigasi Header

Jurmiyah | part 23

 بسم الله الرحمن الرحيم
Bab menerangkan Maf'ul Bih
Bab menerangkan Maf'ul Bih

Ketika Mushonif telah memaparkan Isim isim yang dinashobkan secara global; kemudian beliau bergegas menjabarkannya secara detail, di pemaparan yang diperinci ini Mushonif tidak menyebutkan Khobarnya كان dan saudara saudaranya dan Isimnya إن dan saudara saudaranya dan lafad lafad yang mengikuti, karena sudah dikupas tuntas di bab Isim isim yang dirofa’kan. Dan dimulai dengan membahas Maf’ul Bih.

Maf’ul Bih secara Etimologi adalah orang yang tertimpa / terkena suatu perbuatan; baik perbuatan yang Hissi [bisa diindra]; seperti

ضربـتُ زيدًا

Atau yang Ma’nawi [tidak bisa diindra]; seperti

تَـعَـلَّـمـتُ الـمَـسْـألَـةَ

Lafad ضرب adalah kata kerja yang Hissi, sementara lafad تَـعَـلَّـم adalah kata kerja yang Ma’nawi

Maf’ul Bih secara Terminologi ulama ulama Nahwu, ada pada uraian (dibawah) ini;

Maf’ul Bih adalah Isim yang dinashobkan yang terkena pekerjaan oleh pelakunya; contoh

ضربـتُ زيدًا ورَكِـبـتُ الـفَـرَسَ

Lafad زيدًا adalah Maf’ul Bihnya lafad ضربـتُ

Lafad الـفَـرَسَ adalah Ma’ful Bihnya lafad رَكِـبـتُ

Mushonif mencontohkan dengan 2 contoh (diatas), untuk memberikan isyarat bahwa tidak ada perbedaan antara Maf’ul Bih yang berakal seperti زيد, ataupun yang tidak berakal seperti الـفَـرَسَ [kuda]

Maf’ul Bih dibagi 2 : 

1. Tampak

2. Disimpan

Sebagaimana Fail juga ada yang tampak tampak dan disimpan

Maf’ul Bih yang tampak adalah seperti yang telah dipaparkan sebelumnya seperti زيد dan الـفَـرَسَ yang sudah lewat pada contoh sebelumnya

Maf’ul Bih yang tersimpan dibagi 2 :

1. Tersambung

Yaitu Maf’ul Bih  yang tidak boleh diletakkan diawal dan tidak boleh jatuh setelah إلا dalam keadaan Ikhtiar; contoh

ك pada lafad رأيـتـك

Karena tidak sah dibaca;

ما رأيـتُ إلا ك

Terkadang kasus demikian bisa terjadi pada keadaan tidak Ikhtiar yaitu Dlorurot Syi’ir [puisi Arab]

2. Terpisah

Yaitu Maf’ul Bih yang bisa jatuh diawal kalam; contoh

{إيَّــاكَ نَـعـبُـدُ}

Dan bisa jatuh setelah إلا dalam keadaan Ikhtiar; contoh

ما نـعـبـد إلا إيـاكَ



Maf’ul Bih yang tersambung ada 12; contoh

ضَرَبَـنِـي

Lafad ضَرَبَ adalah Fi’il Madli 

Nunnya untuk menjaga [agar bisa dibaca Kasroh]

Huruf Ya’nya adalah Dlomir Mutakallim yang menjadi Maf’ul Bih dan dimabnikan Sukun berstatus Nashob

ضربَـنَـا

نَـا adalah Dlomir Mutakallim beserta orang lain atau memuliakan diri sendiri, dimabnikan Sukun berstatus Nashob menjadi Maf’ul Bih

ضَرَبَـكَ

كَ adalah Dlomir Mukhotob yang dimabnikan Fathah berstatus Nashob menjadi Maf’ul Bih
ضَرَبَـكِ

ضَرَبَـكِ

كِ Dlomir Mukhotobah yang dimabnikan Kasroh berstatus Nashob menjadi Maf’ul Bih

ضَرَبَـكُـمَـا

كُ adalah Dlomir 2 Mukhotob yang dimabnikan Dlommah berstatus Nashob menjadi Maf’ul Bih

Huruf Mimnya adalah huruf Imad [agar Alif setelahnya bisa terbaca]

Alifnya adalah huruf yang menunjukkan makna Tasniah


ضَرَبَـكُـمْ

كُ adalah Dlomir Jamak Dzukur [laki laki banyak] yang Mukhotob dan dimabnikan Dlommah berstatus Nashob menjadi Maf’ul Bih

Huruf Mimnya adalah tanda Jamak

ضَرَبَـكُـنَّ

كُ adalah Dlomir Jamak Inas [wanita banyak] yang Mukhotobah dan dimabnikan Dlommah berstatus Nashob menjadi Maf’ul Bih

Huruf Nunnya adalah tanda Jamak Niswah

ضَرَبَـهُ

هُ adalah Dlomir Mudzakkar yang Ghoib dan dimabnikan Dlommah berstatus Nashob menjadi Maf’ul Bih

ضربـهـا

هـا adalah Dlomir Muannas Ghoibah yang dimabnikan Sukun berstatus Nashob menjadi Maf’ul Bih

ضَرَبَـهـمَـا

ه adalah Dlomir Mutsanna yang Ghoib dan dimabnikan Dlommah berstatus Nashob menjadi Maf’ul Bih

مَ adalah huruf Imad

Alifnya adalah huruf yang menunjukkan arti Tasniah

ضَرَبَـهُـمْ

هُـ adalah Dlomir Jamak Dzukur yang Ghoib dan dimabnikan Dlommah berstatus Nashob menjadi Maf’ul Bih

مْ adalah tanda Jamak

ضَرَبَـهُـنَّ

هُ adalah Dlomir Jamak Inas yang Ghoibah dan dimabnikan Dlommah berstatus Nashob menjadi Maf’ul Bih

نَّ adalah tanda Jamak Niswah





Maf’ul Bih yang terpisah ada 12; contoh

إيَّـايَ

Jadi jika kalian berkata;

ما أكـرمـتَ إلا إيَّـاي

Maka I’robnya bisa kalian baca;

ما adalah huruf yang menafikan

أكـرمـتَ adalah Fi’il dan Fail 

إلا adalah alat / huruf Hashr [makna aslinya ‘mengepung’, maksudnya adalah huruf yang membatasi jumlah]

Bila ingin kalian bisa baca;

إلا adalah huruf untuk menjawab kenafian atau alat [huruf] Istisna’ [pengecualian] yang tidak memiliki fungsi dan memiliki pengamalan

إيَّـا adalah Dlomir Munfashil yang dinashobkan dan dimabnikan Sukun berstatus Nashob menjadi Maf’ul Bihnya lafad أكـرمـتَ

Huruf Ya’ yang terakhir adalah huruf yang menunjukkan makna Mutakallim

إيَّـانـا

Untuk Mutakallim beserta orang lain atau memuliakan diri sendiri

إيــاكَ

Difathah huruf Kafnya, untuk Mukhotob

إيـــاكِ

Dikasroh huruf Kafnya, untuk Mukhotobah

إيــاكـمـا

Untuk 2  Mukhotob / Mukhotobah

إيــاكـم

Untuk Jamak Dzukur yang Mukhotob
إيــاكـنّ
إيــاكـنّ

Untuk Jamak Inas yang Mukhotobah

إيــا pada semua contoh (diatas) adalah Isim Dlomir, kesemuanya dibaca;

Dlomir Munfashil yang dinashobkan Sukun berstatus Nashob menjadi Maf’ul Bih, huruf Ya’ pada contoh yang pertama [إيَّـايَ] adalah huruf yang menunjukkan makna Mutakallim, Huruf Nun pada contoh yang kedua [إيَّـانـا] adalah huruf yang menunjukkan makna Mutakallim beserta orang lain atau memuliakan diri sendiri, huruf Kaf pada contoh selanjutnya [إيــاكَ إيـــاك إيــاكـمـا إيــاكـم إيــاكـنّ] diperuntukkan Mukhotob, Mukhotobah, 2 Mukhotob / Mukhotobah, Mukhotob banyak dan Mukhotobah banyak, Nun pada إيــاكـنّ adalah huruf yang menunjukkan Jamak Niswah yang Mukhotobah

إيــاه

Untuk Mufrod Mudzakkar yang Ghoib, ه adalah huruf yang menunjukkan makna Ghoib [tidak ada tempat]

إيــاها

Untuk Mufrodah yang Ghoibah

إيــاهـم

Untuk Mutsanna yang Ghoib / Ghoibah yang berjumlah 2 orang


إيــاهم

Untuk Jamak Dzukur yang Ghoib

إيــاهـنّ

Untuk Jamak Inas yang Ghoibah

Wallahua’lam

Post a Comment for "Jurmiyah | part 23"