Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan Navigasi Header

Jurmiyah | part 21

 بسم الله الرحمن الرحيم
Bab menerangkan Badal
Bab menerangkan Badal

Badal adalah lafad yang mengikuti dan memaksudkan hukum tertentu tanpa perantara diantaranya [Badal] dan Matbu’nya [lafad diikuti]; contoh

جاء زيدٌ أخـوكَ

Lafad زيدٌ adalah Fail

أخـوكَ adalah Badal dari زيدٌ; berupa Badal kul min kul dan disebut dengan Badal Muthobiq, karena yang dimaksud lafad yang kedua adalah hakikatnya lafad yang pertama.

Jika kalimat Isim dibadalkan dari kalimat Isim; contoh

جاء زيدٌ أخُـوك

Atau kalimat Fi’il (dibadalkan) dari kalimat Fi’il; contoh

إن تُـصَـلِّ تَـسـجُـدْ لِلهِ يَـرحَـمْـكَ

Maka, mengikuti dalam segi keseluruhan I’robnya; baik Rofa’, Nashob, Jer dan Jazem

Badal ada 4 klasifikasi :

1. بـدل الـشـيء من الـشـيء 

Disebuبدل الكـل من الـكـل  dan بدل الـمطابـق ; yaitu kalimat yang lafad keduanya adalah hakikatnya lafad yang pertama; contoh

جاء زيدٌ أخـوكَ [Saudaranya Zaid telah datang]

2. بدل الـبـعض من الـكل

Yaitu kalimat yang lafad keduanya adalah bagian dari lafad yang pertama; contoh

أكـلـتُ الرَّغِـيـفَ ثُـلُـثَـهُ [saya makan roti 1/3nya]

3. بدل الإشـتـمال

Yaitu kalimat yang diantara lafad kedua dan lafad pertama terdapat hubungan tanpa ada hubungan Kulliah dan Juz’iyah; contoh

نَـفَـعَـنِـي زيدٌ عِـلـمُـهُ

Lafad عِـلـمُـهُ tidak memiliki hubungan Kulliah dengan Zaid; karena ilmu tidak bisa diraba seperti halnya saudara, keponakan atau yang lain

Dan tidak memiliki hubungan Juz’iyah dengan Zaid; karena ilmu juga tidak bisa diraba seperti halnya tangan, kaki dan lainnya


4. بدل الـغلـط
Yaitu kalimat yang lafad pertama salah diucapkan; kemudian mengucapkan lafad kedua untuk menghilangkan kesalahan ucap tadi; contoh

رَكِـبـتُ زيدًا الـفَـرَسَ [Saya menaiki Zaid; oh salah, kuda maksudnya]

Mushonif -semoga dikasihi Allah- sudah mencontohkan 4 pembagian Badal pada uraian (dibawah) ini;

Contoh;

قـام زيدٌ أخُـوكَ

Lafad زيدٌ adalah Fail

أخُـو adalah Badal dari زيدٌ, berupa Badal kul Min Kul yang dirofa’kan dengan Wawu karena termasuk Asmaul Khomsah, sementara huruf Kafnya adalah Mudlof Ilaih

أكـلـتُ الـرَّغِـيـفَ ثُـلُـثَـهُ

I’robnya:

Lafad الـرَّغِـيـفَ adalah Maf’ul Bihnya أكـلـتُ

ثُـلُـثَ adalah Badal dari الـرَّغِـيـفَ; berbentuk Badal Ba’di Min Kul, ـهُ adalah Mudlof Ilaih yang dimabnikan Dlommah berstatus Jer

نَـفـعَـنِـي زيدٌ عِـلـمُـهُ

I’robnya:

Lafad نَـفـعَ adalah Fi’il Madli, Nunnya untuk menjaga [tujuannya agar bisa dibaca Kasroh] sementara huruf Ya’nya adalah Maf’ul Bih yang dimabnikan Sukun berstatus Nashob

زيدٌ adalah Failnya نَـفـعَ yang dirofa’kan dengan Dlommah yang tampak

عِـلـمُ adalah Badal Isytimal dari زيد

 هُ adalah Mudlof Ilaih yang dimabnikan Dlommah berstatus Jer.
رأيـتُ زيدًا الـفرسَ

رأيـتُ زيدًا الـفرسَ

Lafad زيدًا adalah Maf’ul Bihnya رأيـتُ 

الـفرسَ adalah Badal Gholath dan itulah yang dimaksud uraian (dibawah) ini;

Kalian ingin berkata الـفرسَ, kemudian kalian salah ucap dan menggantinya زيدًا


.................. [Bagi para pembaca yang memahami maksudnya silahkan komen dibawah]



Wallahua'lam

Post a Comment for "Jurmiyah | part 21"