Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan Navigasi Header

Jurmiyah | part 14

 بسم الله الرحمن الرحيم
Bab menerangkan Maf’ul yang tidak disebutkan Failnya
Bab menerangkan Maf’ul yang tidak disebutkan Failnya

Disebut dengan Naibul Fail; yaitu Isim yang dirofa’kan yang tidak disebutkan bersamaan dengan Failnya.

Maksudnya Maf’ul [objek] yang tidak disebutkan Failnya dan disebut juga dengan Naibul Fail ialah Maf’ul yang menempati posisinya Failnya dalam semua segi hukumnya setelah membuang Fail karena beberapa tujuan. Sebagaimana Firman Allah :

{وَخُـلِـقَ الإنـسَـانُ ضَـعِـيـفًـا}
Asalnya;
وَخَـلَـقَ اللهُ الإنـسَـانَ

Lafad اللهُ dirofa’kan sebagai Fail dan lafad الإنـسَـانَ dinashobkan sebagai Maf’ul, sehingga Failnya dibuang yaitu Lafad اللهُ (Tujuannya) karena sudah diketahui (dengan jelas siapa pencipta alam raya), lalu Fi’ilnya butuh lafad untuk disandarkan pada kalimat Fi’il itu sendiri, sehingga Maf’ul Bih ditempatkan di posisinya Fa’il untuk disandarkan, kemudian semua hukum hukumnya Fail diserahkan (dipindah ke Maf’ul); maka Maf’ul dirofa’kan setelah (sebelumnya) dinashobkan, alhasil bentuknya (Maf’ul) serupa dengan bentuknya Fail; sehingga salah satunya perlu dibedakan dari yang lainnya; sekiranya ketika lafadnya Fi’il didengar, maka lafad setelahnya bisa ditentukan (sebagai) Fail atau (sebagai) pengganti dari Fail, lalu tersisalah Fi’il beserta Failnya berdasarkan bentuknya [rangkaiannya] yang asli dan dirubah beserta penggantinya (Fail).

Lantas Mushonif menjelaskan tata cara merubah Fi’il pada uraian (dibawah ini);

Apabila Fi’ilnya adalah Fi’il Madli; maka huruf pertamanya didlommah dan huruf sebelum akhir dikasroh; contoh
{وَخُـلِـقَ الإنـسَـانُ ضَـعِـيـفًـا}
I’robnya :

Lafad خُـلِـقَ adalah Fi’il Madli yang dimabnikan karena tidak disebutkan Failnya, jika perlu bisa dibaca “... dimabnikan karena tidak diketahui” dalam artian (tidak diketahui) lafad sebelum Fi’ilnya

Lafad الإنـسَـانُ adalah Naibul Fail yang dirofa’kan dengan Dlommah yang tampak.

Lafad ضَـعِـيـفًـا adalah Hal [menjelaskan kondisi] dari lafad الإنـسَـانُ

Apabila Fi’ilnya adalah Fi’il Mudlori’; maka huruf pertamanya didlommah sedang huruf sebelum akhirnya difathah; contoh

يُضرَبُ زيدٌ

Didlommah huruf pertamanya dan difathah huruf Ro’ yang berada sebelum akhir

I’robnya :

Lafad يُضرَبُ adalah Fi’il Mudlori’ yang dicetak (sedemikian rupa) karena tidak disebutkan Failnya, bila perlu dibaca “dicetak (sedimikan rupa) karena tidak diketahui” dalam artian (tidak diketahui) lafad sebelum Fi’ilnya

Lafad زيدٌ adalah Naibul Fail yang dirofa’kan dengan Dlommah yang tampak
Naibul Fail dibagi 2 :
Naibul Fail dibagi 2 :

1. Tampak

2. Disimpan

Sebagaimana contoh yang sudah lewat pada bab Fail

Naibul yang tampak seperti pada contoh;

ضُرِبَ زَيدٌ
I’robnya :

Lafad ضُرِبَ adalah Fi’il Madli yang dimabnikan / dicetak karena tidak disebutkan Failnya

Lafad زَيدٌ adalah Naibul Fail yang dirofa’kan dengan Dlommah yang tampak

يُـضرَبُ زيدٌ

Lafad يُـضرَبُ adalah Fi’il Mudlori’ yang dicetak (sedemikian rupa) karena tidak disebutkan Failnya

Lafad زيدٌ adalah Naibul Fail yang dirofa’kan dengan Dlommah yang tampak

أُكـرِمَ عَـمرٌو

I’robnya:

Lafad أُكـرِمَ adalah Fi’il Madli yang dimabnikan / dicetak karena tidak disebutkan Failnya

Lafad عَـمرٌو adalah Naibul Fail yang dirofa’kan dengan Dlommah yang tampak

يُـكرَمُ عَـمرٌو
I’robnya :

Lafad يُـكرَمُ adalah Fi’il Mudlori’ yang dicetak (sedemikian rupa) karena tidak disebutkan Failnya

Lafad عَـمرٌو adalah Naibul Fail yang dirofa’kan dengan Dlommah yang tampak


Sedangkan Naibul Fail yang disimpan seperti pada contoh;

ضُرِبـتُ
Didlommah huruf Dlodnya, dikasroh huruf Ro’nya dan didlommah huruf Ta’nya

I’robnya :

Lafad ضُرِب adalah Fi’il Madli yang dimabnikan / dicetak (sedemikian rupa) karena tidak diketahui (lafad sebelumnya Fi’il)

Huruf Ta’nya adalah Dlomir Mutakallim menjadi Naibul Fail yang dimabnikan Dlommah bertatus Rofa’

ضُرِبـنَـا

Didlommah huruf Dlodnya dikasroh huruf Ro’nya untuk (Dlomir) Mutakallim bersama orang lain atau memuliakan diri sendiri

I’robnya :

Lafad ضُرِب adalah Fi’il Madli yang dimabnikan / dicetak karena tidak disebutkan Failnya

نَـا adalah adalah Dlomir menjadi Naibul Fail yang dimabnikan Sukun berstatus rofa’

ضُرِبـتَ

Didlommah huruf Dlodnya dikasroh huruf Ro’nya dan difathah huruf Ta’nya untuk Mukhotob Mudzakkar [Laki laki]

I’robnya :

Lafad ضُرِب adalah Fi’il Madli yang dimabnikan / dicetak karena tidak disebutkan Failnya

تَ adalah Dlomir Mukhotob menjadi Naibul Fail yang dimabnikan Fathah berstatus Rofa’

ضُرِبـتِ
Didlommah huruf Dlodnya dikasroh huruf Ta’nya untuk Mukhotobah yang Muannas [perempuan]

Lafad ضُرِب Fi’il Madli yang dimabnikan / dicetak (sedemikian rupa) karena tidak disebutkan Failnya

تِ adalah Dlomir Mukhotobah Muannasah menjadi Naibul Fail yang dimabnikan Kasroh berstatus Rofa’

Didlommah huruf Dlodnya dikasroh huruf Ro’nya

ضُرِبـتُـمَـا

Didlommah huruf Dlodnya dikasroh huruf Ro’nya dan didlommah huruf Ta’nya untuk Mutsanna Mukhotob; baik Mudzakkar ataupun Muannas

I’robnya :

Lafad ضُرِب adalah Fi’il Madli yang dimabni Majhulkan

تُ adalah Dlomir 2 Mukhotob menjadi Naibul Fail yang dimabnikan Dlommah berstatus Rofa’

Huruf Mimnya adalah huruf Imad

Huruf Alifnya adalah huruf yang menunjukkan ketasniahannya

ضُرِبـتُـم

Didlommah huruf Dlodnya dikasroh huruf Ro’nya dan didlommah huruf Ta’nya untuk Jamak Mudzakkar [laki laki banyak] yang Mukhotob

I’robnya :

Lafad ضُرِب adalah Fi’il Madli yang dimabni Majhulkan

تُ adalah Dlomir Mukhotob yang Mudzakkar menjadi Naibul Fail yang dimabnikan Dlommah berstatus Rofa’

Huruf Mimnya adalah tanda Jamaknya

ضُرِبـتُـنَّ

Didlommah huruf  Dlodnya dikasroh huruf Ro’nya dan didlommah huruf Ta’ Dlomir Niswah [perempuan banyak] yang Mukhotobah

I’robnya:

Lafad ضُرِب adalah Fi’il Madli yang dimabni Majhulkan 

Huruf Ta’nya adalah Dlomir Niswah yang Mukhotobah menjadi Naibul Fail yang dimabnikan Dlommah berstatus Rofa’

Huruf Nunnya adalah tanda Jamak Niswah [Perempuan banyak]

Intinya, huruf Ta’ pada semua contoh (diatas) adalah Naibul Fail dan lafad yang disambung dengannya [hurur Ta’ tersebut] adalah huruf huruf yang menunjukkan makna Tasniah, Jamak, Maskulin dan Feminim yang dimaksud

ضُرِبَ

Didlommah huruf Dlodnya dikasroh huruf Ro’nya dan difathah huruf Ba’nya untuk Mudzakkar yang Ghoib [tidak ada di tempat] pada contoh;

زيدٌ ضُرِبَ
I’robnya :

Lafad زيدٌ adalah Mubtada’ yang dirofa’kan dengan Dlommah

Lafad ضُرِبَ adalah Fi’il Madli yang dimabni Majhulkan

Naibul Failnya boleh disimpan pada lafad tersebut yang pengkira-kiraanya adalah lafad هو [dia laki laki]

ضُرِبَـتْ

Didlommah huruf Dlodnya dikasroh huruf Ro’nya difathah huruf Ba’nya dan disukun huruf Ta’nya untuk Muannas yang Ghoibah [tidak ada ditempat] pada contoh;

هِـندٌ ضُرِبَـتْ
I’robnya :

Lafad هِـندٌ adalah Mubtada’ yang dirofa’kan dengan Dlommah

Lafad ضُرِبَ adalah Fi’il Madli yang dimabni Majhulkan 

Huruf Ta’nya adalah tanda Muannas

Naibul Failnya adalah Dlomir yang boleh disimpan yang pengkira-kiraannya adalah lafad هي [dia wanita]

ضُرِبَـا

Didlommah huruf Dlodnya dikasroh huruf Ro’nya dan setelah huruf Ba’ terdapat Alif untuk Mutsanna Ghoib yang Mudzakkar pada contoh;

الـزَّيـدَانِ ضُرِبَـا
I’robnya:

Lafad الـزَّيـدَانِ adalah Mubtada’ yang dirofa’kan dengan Alif

Lafad ضُرِبَ adalah Fi’il Madli yang dimabni Majhulkan 

Alifnya adalah Naibul Failnya yang dimabnikan Sukun berstatus Rofa’

Contoh Mutsanna Ghoib yang Muannas;

Contoh Mutsanna Ghoib yang Muannas;

ضُرِبَـتَـا

Dengan tambahan Ta’ Ta’nis


ضُرِبُـوا

Didlommah huruf Dlodnya dikasroh huruf Ro’nya untuk Jamak Mudzakkar yang Ghoib pada contoh;

الـزَّيـدُونَ ضُرِبُـوا

Lafad الـزَّيـدُونَ adalah Mubtada’ yang dirofa’kan dengan Wawu

Lafad ضُرِب adalah Fi’il Madli yang dimabni Majhulkan dan Mabni Fathah yang dikira-kirakan yang tidak ditampakkannya dikarenakan tidak ada tempat (I’rob) disebabkan pemantasan harokat Dlommah

Wawunya adalah Dlomir Jamak Mudzakkar yang Ghoib berstatus Rofa’ menjadi Naibul Fail

ضُرِبـنَ

Didlommah huruf Dlodnya dan dikasroh huruf Ro’nya untuk Jamak Niswah yang Ghoibah pada contoh;

الـنِّـسـوَةُ ضُـرِبـنَ
I’robnya 
:
Lafad الـنِّـسـوَةُ adalah Mubtada’ yang dirofa’kan dengan Dlommah yang tampak

Lafad ضُـرِب adalah Fi’il Madli yang dimabni Majhulkan 

Huruf Nunnya adalah Dlomir Jamak Niswah menjadi Naibul Fail yang dimabnikan Fathah berstatus Rofa.

Wallahua’lam

Post a Comment for "Jurmiyah | part 14"