Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan Navigasi Header

Fathul Qorib Awal dan terjemah | Ahkamuz Zakat 1

 بسم الله الرحمن الرحيم

Zakat dari segi Etimologi adalah berkembang / bertambah, sedangkan dari segi Terminologi adalah nama suatu harta tertentu, diambilkan dari harta tertentu, untuk tujuan tertentu, dan diserahkan kepada kelompok tertentu.
Kitab ini menerangkan hukum hukum Zakat

Zakat dari segi Etimologi adalah berkembang / bertambah, sedangkan dari segi Terminologi adalah nama suatu harta tertentu, diambilkan dari harta tertentu, untuk tujuan tertentu, dan diserahkan kepada kelompok tertentu.

Zakat wajib (salah satu dari) 5 bentuk; 

1. Mawasyi (Binatang ternak)

Seandainya Mushonif  mengistilahkan dengan 'Na'am', maka tentu itu lebih baik, karena 'Na'am' maknanya lebih spesifik dari pada 'Mawasyi'.

- Mawasyi makna aslinya adalah 'yang berjalan', tidak harus binatang ternak -

Sedangkan disini konteksnya lebih spesifik untuk binatang ternak.

2. Astman

Yang dimaksud adalah emas dan perak

3. Zuru'

Yang dimaksud adalah makanan pokok

4. Tsamar (buah buahan)

5. Harta dagangan

Dan kelima ini akan dijelaskan dengan terperinci nanti.


Binatang ternak yang wajib dizakati ada 3 jenis, diantaranya adalah unta, sapi, dan kambing. Jadi zakat tidak wajib dengan kuda, budak atau anak dari hasil silang antara kambing dengan kijang.

Zakat dengan binatang ternak ini; memiliki 6 ketentuan; di sebagian naskah redaksinya berbunyi;

ست خصال

1. Islam

Maka, orang kafir asli tidak wajib mengeluarkan Zakat. Adapun orang Murtad; menurut Qoul Shohih hartanya ditangguhkan / dibekukan terlebih dahulu. Jika si Murtad kembali Islam (lagi), maka dia diwajibkan mengeluarkan Zakat. Jika tidak (kembali Islam), maka tidak wajib (mengeluarkan Zakat).

2. Merdeka

Maka, budak tidak diwajibkan berzakat. Sedangkan budak Muba'ad diwajibkan berzakat dengan harta yang menjadi hak miliknya yang merdeka.

3. Hak milik yang sempurna

Kalau hak miliknya lemah, maka tidak wajib zakat, seperti pembeli yang belum menerima barang (yang dibeli), maka dia tidak wajib berzakat; sebagaimana pendapat Mushonif  yang dikutip dari Qoul Qodim. Namun dari Qoul Jadid mengatakan (tetap) wajib zakat.

Wallahu'alam

Post a Comment for "Fathul Qorib Awal dan terjemah | Ahkamuz Zakat 1"