Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan Navigasi Header

Fathul Qorib Awal dan terjemah | ma yataallaqu bilmayyit 2

 بسم الله الرحمن الرحيم

Setelah Takbir kedua membaca Sholawat nabi

Setelah Takbir kedua membaca Sholawat nabi, minimal bacaannya adalah;

اللهم صلّ على محمد

Dan pada Takbir ke 3 membaca Doa untuk si Mayit; minimal bacaannya doanya adalah;

اللهم اغفِرْ له

Bacaan doa yang lebih bagus lagi disebutkan pada uraian Mushonif disebagian naskah Matan; yaitu

- terjemahannya -

Ya Allah sesungguhnya (Mayit) ini adalah hambamu dan seorang hamba dari kedua hambamu (orang tua), dia (Mayit) telah keluar dari kesenangan dunia, luasnya dunia, kekasihnya (Mayit), orang orang yang mengasihi Mayit didunia, menuju kegelapan kubur dan hal hal yang dijumpai di situ (alam kubur).

Hambamu ini pernah bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali engkau semata dan tidak ada sekutu bagimu, dan (bersaksi) Muhammad adalah hambamu dan utusanmu, dan engkau adalah Dzat yang maha mengetahui tentang dia (Mayit / Muhammad).

Ya Allah sesungguhnya hambamu (Mayit) ini bernaung kepada mu dan engkau adalah tempatnya bernaung, dan dia (Mayit) memohon Rahmatmu dan engkau tidak perlu menyiksa hambamu ini.

Dan kami menghadap kepadamu untuk memberi Syafa'at (pertolongan) kepadanya (Mayit).

Ya Allah jikalau Mayit ini adalah orang baik maka tambahkanlah kebaikannya, jika Mayit ini adalah orang yang (pernah) berbuat kejelekan; semoga engkau mengampuninya dan dengan (perantara) Rahmatmu semoga engkau pertemukan dia kepada Ridhomu.

Dan lindungilah dia dari Fitnah kubur dan Adzab kubur, lapangkanlah liang lahatnya dan longgarkanlah tanah (kuburannya) dari kedua lambungnya.

Dan dengan Rahmatmu; pertemukanlah dia keamanan / perlindungan dari Adzabmu sampai engkau bangkitkan dia dengan Rahmatmu menuju ke surga dalam keadaan selamat wahai Dzat yang maha pengasih lagi penyayang.

Dan setelah Takbir keempat; Musholli membaca Doa;

اللهم لا تَــحْرِمْنا أجْرَهُ وَ لا تَــفْتِــنَّا بَــعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ


Dan (kemudian) Musholli melakukan Salam.

Salam disholat ini samahalnya dengan salam pada Sholat yang lain; baik tatacaranya dan bilangannya, namun disunnahkan diberi tambahan; 

ورحمة الله وبركاته

Dan Mayit dimakamkan didalam Lahd sambil menghadap Qiblat

Dan Mayit dimakamkan didalam Lahd sambil menghadap Qiblat. Lahd / Luhd adalah tanah galian dibagian dalam sebelah samping kuburan dari arah Qiblat; yang ukurannya sekiranya bisa memuat / menampung Mayit dan menutupinya.

Pemakaman didalam Lahd lebih baik daripada di dalam Syaq jika tanahnya keras. 

Syaq adalah model galian kuburan seperti sungai dan pada kedua sisi samping dibangun, dan Mayit di letakkan diantara kedua sisi samping, dan bagian atasnya diatapi dengan bata atau semacamnya.

Dan (disunnahkan) mayat diletakkan (dulu) disebelah akhir (selatan). Di sebagian naskah terdapat keterangan tambahan setelah مستقبل القبلة; yaitu uraian dibawah ini;

Dan Mayit dikeluarkan (dari peti mati / keranda) dari kepala secara perlahan, tidak boleh dengan keras / kasar.

Dan orang yang hendak menguburkan Mayit membaca; 

بسم الله على ملة رسول الله 

Dan setelah kuburan diperdalam sedalam 'orang berdiri sambil mengangkat tangan', Mayit dibaringkan menghadap Qiblat diatas lambung kanan si Mayit.

Jika si mayit dikuburkan sambil membelakangi Qiblat atau terlentang, maka (wajib) digali lagi dan dihadapkan kearah Qiblat; selama jasadnya belum berubah (membusuk).


Kuburan diratakan dan tidak boleh diberi (semacam) punuk / menggunung, tidak boleh membangun diatas makam (rumah atau yang lain) dan juga dimakruhkan melaburi makam dengan gamping; yaitu kapur yang disebut Jiir.

Wallahu'alam

Post a Comment for "Fathul Qorib Awal dan terjemah | ma yataallaqu bilmayyit 2"