Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan Navigasi Header

Fathul Qorib Awal dan terjemah | Ahkamul Haji 3

 بسم الله الرحمن الرحيم

Sunnah sunnah haji ada 7;  1. Haji Ifrad (mendahulukan haji daripada Umroh)

Sunnah sunnah haji ada 7:

1. Haji Ifrad (mendahulukan haji daripada Umroh)

Jadi, pertama Ihrom dengan niat haji dari Miqotnya, dan diselesaikan Ihram hajinya tersebut. Kemudian keluar dari kota Mekkah menuju tanah halal terdekat. Lalu (dari tanah halal terdekat tersebut) mulai Ihram dengan niat Umroh dan melaksanakan amalan amalan Umroh.

Seandainya dibalik (Umroh dulu; lalu haji) maka tidak disebut haji Ifrad. - tapi haji Tamattu' -

2. (Membaca) Talbiyah

Disunnahkan memperbanyak bacaan Talbiyah selama (melaksanaknan) Ihram, dan menyaringkan suara bagi pria.

Adapun bacaan Talbiyah adalah; 

لبـيك اللهم لـبـيك, لبيك لا شريك لك لبيك, إن الحمد والنعمة لك والملك ,لا شريك لك


Ketika selesai pembacaan Talbiyah; dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat, dan memohon surga dan ridlo dari Allah. dan memohon perlindungan dari neraka.

3. Thowaf Qudum

Thowaf ini hanya diperuntukkan bagi jamaah haji yang memasuki kota mekkah sebelum Wuquf di Arafah.

Sedangkan bagi jamaah Umroh, Thowaf umroh sudah mencukupi Thowaf Qudum

- Dengan kata lain, tidak perlu melaksanakan Thowaf Qudum lagi -

4. Bermalam di Muzdalifah

Yang ke 4 ini termasuk dalam Sunnah, menurut Imam Rofi'i, sedangkan diketerangan tambahan kitab Roudloh dan Syarh Muhadzab; mengatakan bermalam di Muzdalifah adalah wajib.

5. Sholat Sunnah Thowaf dua Rakaat

Dilaksanakan setelah Thawaf. Dan Sholat dilakukan dibelakang Maqom Ibrahim dan bacaannya dilirihkan; jika ditunaikan disiang hari, dinyaringkan jika ditunaikan dimalam hari.

Jika Sholat tidak ditunaikan dibelakan Maqom Ibrahim, maka (dilaksanakan) di Hijr Ismail, kalau masih tidak bisa; maka (dilakasanakan) di masjid. Jika (masih) tidak bisa (lagi), maka dilaksanakan dimanapun sesuka hati; baik di tanah haram atau ditempat lain.

6. Bermalam di Mina  Pendapat ini dibenarkan oleh Imam Rofi'i, tetapi diketerangan tambahan kitab Roudloh; Imam Nawawi mengatakan wajib (bermalam di Mina)

6. Bermalam di Mina

Pendapat ini dibenarkan oleh Imam Rofi'i, tetapi diketerangan tambahan kitab Roudloh; Imam Nawawi mengatakan wajib (bermalam di Mina)

7. Thowaf Wada'

(Dilakukan) ketika hendak keluar dari kota Mekkah untuk bepergian; baik (bepergiannya) dalam rangka haji atau bukan, perjalanannya jauh atau dekat.

Kesunahan yang disebutkan Mushonif ini; adalah pendapat yang Rojih, tapi menurut Qoul Adzhar mengatakan wajib.

Dan bagi pria harus melepas (tidak boleh mengenakan) pakaian / selain pakaian; seperti Muzah dan sandal yang dijahit, ditenun dan diikat saat (pelaksanaan) Ihram, sebagaimana didalam kitab Syarh Muhadzab.

Bagi Muhrim hendaknya mengenakan kain dan selendang; yang keduanya berwarna putih dan baru. Jika tidak (punya yang baru), maka (cukup mengenakan) yang bersih dan suci.

Wallahua'lam

Post a Comment for "Fathul Qorib Awal dan terjemah | Ahkamul Haji 3"