Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan Navigasi Header

Fathul Qorib Awal dan terjemah | Wa Sholatul Idain

 بسم الله الرحمن الرحيم

Fasal  Sholat dua hari raya Idul Fitri dan Adha, hukumnya Sunnah Muakkad dan disyariatkan untuk dilakukan sambil berjamaah dan (disyariatkan) bagi orang yang Sholat sendiri, orang Musafir, orang merdeka, budak, Khuntsa, dan wanita yang tidak (terlalu) cantik dan tidak banyak gaya / genit (red : kemenyek).

Fasal

Sholat dua hari raya Idul Fitri dan Adha, hukumnya Sunnah Muakkad dan disyariatkan untuk dilakukan sambil berjamaah dan (disyariatkan) bagi orang yang Sholat sendiri, orang Musafir, orang merdeka, budak, Khuntsa, dan wanita yang tidak (terlalu) cantik dan tidak banyak gaya / genit (red : kemenyek).

Untuk nenek nenek maka diperkenankan menghadiri Sholat Id dalam keadaan mengenakan pakaian yang biasa dipakai dirumah dan tanpa menggunakan parfum.

Waktu Sholat Id adalah diantara terbitnya matahari dan condongnya matahari.

Sholat Id ada 2 Rakaat, dan tiap 2 Rakaat ini dilakukan Takbiratul Ihram sambil berniat melaksanakan Sholat Idul Fitri atau Idul Adha, dan melakukan (pembacaan) Do'a Iftitah.

Pada Rakaat pertama, bertakbir 7 kali; tidak termasuk Takbiratul Ihram, kemudian membaca Ta'awwudz dan (membaca) Alfatihah, kemudian setelah (membaca) Alfatihah, membaca surat Qof dengan keras.

Dan pada Rakaat keduanya, bertakbir 5 kali; tidak termasuk Takbir bangun (dari dari Sujud), lalu membaca Ta'awudz, kemudian membaca Alfatihah dan surat اقتربت dengan keras.

Dan disunnahkan berkhutbah setelah (pelaksanaan) Sholat dua Rakaat, dengan dua Khutbah.

Diawal Khutbah yang pertama, bertakbir 9 Takbiran secara langsung, dan di permulaan Khutbah yang kedua, bertakbir dengan 7 Takbiran secara langsung (juga).

 Jika diantara dua Khutbah dipisah dengan Tahmid, Tahlil dan pujian (kepada Allah), maka itu lebih bagus (lagi).

akbir (ini) memiliki 2 klasifikasi :  1. Mursal

Takbir (ini) memiliki 2 klasifikasi :

1. Mursal

Yaitu, Takbir yang tidak ada / dibaca setelah Sholat

2. Muqoyyad

Yaitu, Takbir yang ada / dibaca setelah Sholat


Mushonif memulai pembahasannya dengan Takbir yang pertama / Mursal pada uraian ini;

Bagi pria, wanita, orang yang hadir dan orang Musafir Disunnahkan bertakbir dirumah rumah, jalanan, masjid masjid, dan pasar, mulai dari terbenamnya matahari malam hari raya Idul Fitri, dan (pembacaan) Takbir ini diteruskan sampai Imam memasuki Sholat Id.

Dan tidak disunnahkan membaca Takbir seusai Sholat (Fardlu) dimalam hari raya Idul Fitri. Tetapi, Imam Nawawi didalam kitab Adzkar berpendapat bahwa hal tersebut Sunnah.

Kemudian Mushonif melanjutkan ke Takbir Muqoyyad pada uraian ini;

Setelah (melaksanakan) Sholat Fardlu; baik Sholat Ada' maupun Qodlo', pada hari raya Idul Adha hendaknya dilakukan pembacaan Takbir. Begitu juga (disunnahkan) setelah Sholat Sunnah Rawatib, Sholat Sunnah Mutlaq dan Sholat Jenazah.

Watunya kapan?

Mulai dari Shubuh hari Arafah sampai Ashar di hari hari Tasyriq terakhir.

Bentuk (kalimat) Takbirnya : - pasti kalian semua sudah tahu, bisa dilihat di gambar jika tidak hafal -

Wallahu'alam

Post a Comment for "Fathul Qorib Awal dan terjemah | Wa Sholatul Idain"